Skip to main content

Adblock or Anti-Adblock ??? Kontroversi Hati Seputar Iklan di Blog dan Website

Saya sebenarnya tidak ada masalah dengan website dan blog yang memasang iklan, termasuk seandainya disuruh mematikan fitur adblock pun tidak masalah, selama memang mengambil manfaat dari sana.

Sayangnya, kebanyakan website/blog yang memasang iklan kemudian "gelap mata" dalam menempatkan iklan, sehingga mengabaikan kenyamanan pengunjung.

Ada yang misalnya menaruh pop-up bertumpuk, sehingga konten jadi tenggelam dan harus "digali" dulu dari tumpukan iklan yang tentu saja dalam proses penggalian ini kemungkinan besar pengguna akan melakukan klik secara tidak sengaja terhadap iklan yang muncul karena memang seperti itu triknya.

Sekali lagi, tidak ada masalah dengan memasang iklan pada sebuah blog/website, akan tetapi metode seperti itu jelas telah membuat tidak nyaman pengunjung, bahkan ketidaknyamanan ini bisa sampai pada tahap mengganggu, disebabkan karena banyaknya iklan yang harus ditutup secara manual, pop-up demi pop-up yang terus bermunculan, dan gangguan-gangguan lainnya.

Ada juga yang menggunakan trik "iklan transparan", dimana ketika seseorang hendak menikmati konten yang disediakan, pengunjung akan dipaksa secara tidak sadar untuk meng-klik iklan terlebih dahulu. Masih untung kalau hanya sekali klik, karena di banyak kasus, iklan transparan ini harus di klik paling tidak sampai tiga kali terlebih dahulu sebelum kemudian pengunjung bisa menikmati konten yang diinginkan.

Sampai yang lebih parah, menyediakan tombol unduh "asli tapi palsu" dan menaruh tautan aslinya dalam bentuk teks yang harus diteliti dulu letaknya dan tujuannya (mengarah kemana). Tombol palsu ini menyediakan "file palsu" juga yang diberi nama sama dengan konten asli yang hendak diunduh. Bedanya, file palsu ini sebenarnya dapat dikenali dari ekstensinya (biasanya .exe).

Orang yang tidak sadar (dan tidak sabarr) dengan "jebakan" semacam ini biasanya akan mengunduhnya sampai selesai kemudian langsung membukanya. Hasilnya, bagi yang menggunakan Windows, file ini akan berjalan di komputer pengguna karena merupakan sebuah program (yang tidak diinginkan). File ini umumnya adalah spyware atau malware dari platform penyedia jasa tempat unduhan tadi, yang mana tidak ada seorangpun yang tahu apa saja fitur-fitur dan perilaku yang akan dilakukan oleh program tersebut kecuali oleh pembuatnya sendiri.

Blog ini pun inginnya juga menggunakan iklan supaya tetap eksis dan semangat, sayangnya sampai sekarang masih belum ada yang bersedia untuk beriklan...

Ya, begitulah, kontroversi hati seorang penulis belajaran yang hendak memanfaatkan iklan tanpa harus "menyakiti" pengunjungnya...

Comments

Popular posts from this blog

Selembar kain putih di Masjid Cheng Hoo...

suatu hari, ketika berkunjung kesana.. Bagi yang pernah mengunjungi Masjid Cheng Hoo di Surabaya, mungkin akan mendapati pemandangan seperti ini, yaitu adanya selembar kain putih yang dibentangkan untuk menutupi besi pembatas sebelah utara, akan tetapi untuk pembatas sebelah selatan, sama sekali tidak ada kain yang menutupi. Sedangkan yang pernah mengunjungi masjid ini di awal-awal peresmiannya, maka akan mendapati kedua besi pembatasnya sama-sama tidak ada yang ditutup dengan kain. Kenapa bisa seperti itu?

Ketika Orang Jepang Semakin Langka..

  grafik populasi penduduk jepang 2010 - 2015 Dari kurun waktu lima tahun terakhir, 2011 adalah tahun terakhir jumlah penduduk disana meningkat, yakni mencapai 128 juta jiwa. Sekarang? tinggal 127 juta jiwa (lihat gambar grafik). Bahkan ada yang berani bikin proyeksi, dalam seratus tahun kedepan penduduknya bakal tinggal 40 juta jiwa saja. Kenapa bisa begitu ? Menurut teori penulis, jawabannya adalah karena Jepang sejatinya memiliki masalah sosial kemasyarakatan yang cukup parah walaupun secara keduniaan sangat maju.